.

..

Monday, March 12, 2018

Kerinduan Ulama akan Kembalinya akan Khilafah Islamiyahh

*PARA ULAMA DAN CENDIKIAWAN INDONESIA JUGA MEWAJIBKAN KHILAFAH* Saya mendapatkan hadiah berupa buku yang sangat tebal yang diberikan oleh saudara saya, seorang pensiunan dari RSCM Jakarta. Buku tersebut berjudul *ENSIKLOPEDI ISLAM*, diterbitkan oleh *PT ICHTIAR BARU VAN HOEVE JAKARTA* tahun 1994 (Cetakan ketiga).

 Buku itu disusun oleh Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam yang dipimpin oleh *Drs H. A. Hafizh Dasuki, M. A.* yang beranggotakan puluhan penulis, diantara puluhan penulis itu terdapat nama-nama tokoh terkenal saat ini diantaranya : *Drs. Ade Armando Gani,  M.Sc, Dr. Azyumardi Azra,  M. A, Dra. Musdah Mulia, M. A.*, (ketiga tokoh tersebut kini terkenal sebagai tokoh *JIL*) dan masih banyak yang lainnya. Buku tersebut juga memuat kata sambutan dari Menteri Agama RI yang saat itu dijabat oleh *Dr. H. Tarmizi Taher*, juga oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan *Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro*. Yang menarik perhatian saya adalah bagaimana buku tersebut membahas tentang *KHILAFAH*. Pada jilid ketiga halaman 50 buku tersebut menuliskan bahwa Khilafah adalah Lembaga pemerintahan dalam Islam. Bahkan mengutip pendapatnya *Ibnu Khaldun* bahwa Khilafah adalah tanggung jawab umum yang sesuai dengan tujuan syarak (hukum Islam) yang bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan dunia dan akhirat bagi umat.

Selanjutnya Ibnu Khaldun mengatakan bahwa khilafah juga merupakan sinonim dari istilah Imamah, yakni kepemimpinan menyeluruh yang berkaitan dengan urusan agama dan urusan dunia sebagai fungsi Rasulullah SAW. Kemudian buku tersebut membahas berkaitan dengan Khilafah pada masa Abu Bakar Ra. dan Para Khulafaur Rasyidin yg lain hingga masa keruntuhan Khilafah Turki Usmani pada 3 Maret 1924. Dituliskan pula pada buku tersebut bahwa Umat Islam pernah *berupaya untuk menghidupkan kembali khilafah* melalui : 1. Muktamar Khilafah di Chairo tahun 1926 2. Kongres Khilafah di Mekkah tahun 1928 3. Di India timbul pula Gerakan Khilafah 4. Organisasi-organisasi di Indonesia juga membentuk komite Khilafah tahun 1926 yang berpusat di Surabaya untuk tujuan yang sama Masih di buku Ensiklopedi Islam, disitu tertulis bahwa *Pembentukan Khilafah adalah WAJIB*. Namun Para ulama berbeda pendapat berkenaan dengan wajibnya. Ada yang mewajibkan karena wahyu dan ijmak, namun ada juga yang mewajibkan karena pertimbangan akal. Para Ahli fikih suni antara lain *Abu Hasan Al Asy'ari* berpendapat bahwa khilafah itu wajib karena wahyu dan ijmak para sahabat. *Al Baghdadi* (ahli ushul fiqih) juga mendukung pendapat ini. *Al-Baqillani* (murid Al-Asy'ari) hanya mengatakan wajib. Menurut *Al-Mawardi* wajib secara ijmak, dalam arti fardu khifayah. *Al-Juwaini* hanya mengatakan wajib atas dasar ijmak, bukan atas dasar nas atau wahyu. *Al-Ghazali* berpendapat bahwa mendirikan khilafah adalah wajib syar'i (berdasarkan syarak). Demikian pula menurut *Ibnu Khaldun*.

 Tulisan diatas semakin memperkokoh perjuangan yang dilakukan oleh HTI. bahwa khilafah adalah sebuah kewajiban yang disepakati oleh para ulama mu'tabar. Bahkan para cendikiawan muslim di Indonesia juga mewajibkan tegakknya khilafah, sebagaimana yang tertulis di buku Ensiklopedi Islam tersebut. Perbedaan pendapat hanya permasalahan apakah wajib berdasarkan wahyu atau akal. Yang intinya adalah semua ulama *Mewajibkan adanya Khilafah* Oleh karena itu, sangatlah aneh dan asing jika ada ulama yang mengaku _bermanhaj As'ariyah_ terutama di Indonesia kemudian menolak sistem khilafah, padahal *Abu Hasan Al-Asy'ari* dan para Muridnya sendiri mewajibkan khilafah. Bisa jadi dia sebenarnya faham akan kewajiban terhadap khilafah tersebut namun karena faktor "kepentingan dunia" dia mengorbankan keyakinannya itu. Atau bisa jadi dia memang bukanlah ulama?.

Wallahu a'lam.
#KhilafahAjaranIslam #KhilafahKewajibanUmatIslam 4 Ramadhan 1438 H Abu Dailami - Pesantren Nidaa As-Sunnah

0 comments:

Post a Comment