.

..

Friday, December 31, 2010

MERAYKAN TAHUN BARU (perumpamaan meninggalkan sholat kemudian menyembah yesus)

Ashadualla’ilahailallah, waashaduannamuhammadarrasulullah, ayyuhal muslim rahimakumullah, kita untuk tiga bulan (Des-jan-feb) kedepan akan disuapi dengan perayaan, yakni Perayaan Natal, Perayaan Tahun Baru, Perayaan Valentine


1.Perayaan Natal Bersama
Natal merupakan perayaan agama nasrani tanggal 25 Desember dirayakan sebagai kelahiran tuhan. Dan apakah dengan lidah muslim kita, kita akan mengucapkan selamat atas lahirnya Tuhan mereka?
Wajar ulama terkenal Buya HAMKA berfatwa bahwa haramnya seorang muslim mengucapkan selamat natal.

2.Perayaan Tahun Baru
a.Jam 00.00 VS Magrib
Dalam agama diluar Islam diyakini bahwa pergantian waktu adalah jam 12 malam. Tapi dalam Islam, yang disebut pergantian hari adalah tenggelamnya matahari (magrib). Sebagai contoh kapan kita takbiran idul fitri? Jam 12 malam atau setelah buka puasa ?

b.Nama-nama bulan di kalender Masehi tidak ada dalam bibel-itupun berjumlah 10 bulan, kemudian julius ceasar sadar dan menyempurnakannya lagi berdasarkan penelitian ahli astronomi, dari januari hingga agustus adalah nama dewa, perubahan atas nama bulan menjadi juli (julius ceasar) dan agustus (pengganti julisus ceasar) bulan selanjutnya adalah bilangan romawi (september, oktober, november, desember). Berbeda dengan muslim, 12 nama bulan di kalender hijriah ada di dalam al-qur’an

c.1 januari perayaan resmi umat diluar Islam.

d.Berdasarkan laporan masyarakat kepada ulama di bukittinggi, setiap 1 januari berserakan (maaf) kondom dan celana dalam wanita di tempat-tempat wisata alam bukittinggi.

e.Kenapa kita selalu berbeda hisab tentang awal ramadhan, idul fitri, idul adha, tetapi kita (muslim) serentak dalam tahun baru?

3.Perayaan Valentine
Perayaan ini lebih banyak dilakukan kaum muda muslim, valentine sebuah nama pendeta. merupakan seorang kafir yang dia sholat dan khitan pun tidak, bagaimana mungkin kita mengikutinya sunnahnya?

Standar perbuatan seorang muslim
Sebagai kaum muslim kita harus dapat membedakan mana yang boleh dan mana yang terlarang. Acuannya tentu al-qur’an dan sunnah atau yang ditunjuk oleh keduanya. Kaedah ushul fiqh mengatakan:

Al ashlu fi af’al, taqayyadu fi assyar’i (ashl (pokok/dasar) perbuatan terikat dengan hukum-hukum syariat Islam)

"Barang siapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk golongan kaum tersebut." (HR. Abu Dawud & Ibnu Abi Syaibah).

untuk membedakan kehalalan sebuah perayaan, benda atau pemikiran adalah dengan mengetahui karakteristiknya masing-masing

HADHARAH adalah sebuah pemikiran atau konsep yang menghasilkan aturan/peradaban. Contoh:
Hadharah Asing: (sosialisme, kapitalisme, demokrasi, pasar bebas, natal, waisak, nasionalisme, tahun baru, valentine, privatisasi, pt, bank ribawi,)
Hadharah Islam: syariah, iqamatiddaulah, kepemilikan (milkiyah), syirkah

MADANIYAH adalah sebuah benda yang terkait dengan hadharah diatas
Madaniyah Asing: patung/likisan manusia, makan babi, bangkai, darah, khamar
Madaniyah Islam: gambar pemandangan, syair yang tidak mengandung syirik,
(taqiyuddin an-nabhani , nizhamul Islam, Jakarta: Pustaka Thariqul Izzah, 1950)

So, bukan celana jeans yang diharamkan, bukan televisi yang dikambing hitamkan, bukan coca cola yang dihancurkan, bukan KFC yang dijauhi, tetapi Kapitalisme, demokrasi, Sosialisme, Liberalisme, Sekularismelah yang dijauhi sejauh-jauhnya..

Ayyuhal muslim, rahimakumullah,
Benar kita pernah hidup dalam satu negara Islam (khilafah) selama 13 abad, merupakan tempat berlindung dikala “terik” tempat berteduh dikala “hujan”. Sekarang sudah 89 tahun perisai itu hilang, wajar yang menjadi benteng kita hanya pundak kita masing-masing, itupun lemah, sangat-sangat lemah!!

Diriwayatkan dari Abu Umamah al Bahiliy bahwa Rasulullah saw bersabda,
Ikatan-ikatan Islam akan lepas satu demi satu. Apabila lepas satu ikatan, akan diikuti oleh lepasnya ikatan berikutnya. Ikatan Islam yang pertama kali lepas adalah pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad)

Akhir kata, penulis yakin apa disampaikan ini tidaklah berfaedah sama sekali, kecuali masing-masing kita merenungi dan menyadari tujuan hidup kita yaitu beribadah kepada-Nya dan direalisasikan dengan dukungan, perjuangan untuk tegaknya syariah wal khilafah. sehingga dengannya akan menjadikan anak, keluarga, kerabat kita terhindar dari perkara yang menjerumuskan kepada kebatilan, kemaksiatan bahkan kekafiran.

Udahlah, mendingan sholat ashar dulu..
Padang, 31 Desember 2010 @3.50

1 comments: