.

..

Sunday, September 26, 2010

MODERNISASI DAN DEMOKRASI

Harold Crouch mendefinisikan modernisasi sebagai proses sosial engineering yang merubah pola masyarakat dengan mengambil model masyarakat barat. “Bukan cuma sekedar proses inquiry atau inovasi penemuan” Kata seorang ustad. Tapi dia membawa konsekuensi cara pandang, yakni sekularisme.


Istilah modernisasi telah dibajak ditengah jalan oleh paham sekularisme. Lantas berubah sosok menjadi anak manis yang memegang granat dan bedil. Ya, modernisasi adalah proses yang didalamnya membonceng parasit. mengaburkan pandangan kita. Ianya telah memaksa menjadi bagian kehidupan kita yang sebenarnya tertolak. Tertolak karena tak sesuai dengan fitrah manusia. Moderinitas yang hakikatnya menampilkan budaya purba dan primitif. Lihat saja para penganut paham moderinitas sudah tak segan bertelanjang ria di tengah perkotaan. Budaya berketurunan ala hewanpun membuat pernikahan bukan lagi sesuatu yang sakral. Mungkin dalam benak mereka “ngapain nikah kalau bisa merasakan setiap saat, tak repot dengan embel-embel ritual ijab kabul, dan bisa berganti-ganti pula jika bosan” Nauzubillah! Ampuni jaman ini ya Allah.

Modernitas terus menggerus nilai kehidupan, mulai dari individu, keluarga, hingga bernegara. Individu dan keluarga yang telah merasa hidup di puncak peradaban dengan menggenggam ponsel nokia keluaran terbaru, dengan fitur berbagai macam yang katanya buat hidup lebih hidup. Bernegarapun tak luput untuk ikut arus. Sistem domokrasi yang dianggap tren sistem masa kini terus digemborkan. Laksana lomba, negara pengkomsumsi racun demokrasi terus menunjukkan bahwa negaranyalah yang paling demokratik.

Negeri berjuta masalah ini pun mendapat penghargaan sebagai negara paling demokratik di dunia. Para elit penguasanya bersumringah gigi bangga dengan itu. Tolak ukurnya adalah karena telah berhasil mengadakan pilkada di seantero negeri yang penuh kecurangan, permainan uang, pencalonan pemimpin amoral, dan lain lagi. Karena tak cukup kolom ini memuat berjuta masalah itu. Apakah ini modernitas yang sekarang terus bergulir bagai bandul liar yang akan menghancurkan setiap lini kehidupan? Masihkah kita terus menetap pada modernisasi ala kapitalis sekuler yang semu ini? Atau segera hijrah pada modernisasi ala Islam? Yang sudah terbukti selama belasan abad memodernisasi hidup secara utuh. Tidak hanya perangkat hidup berupa inovasi penemuan, tapi terus merekonstruksi setiap nilai kehidupan. Hingga mencetak masyarakat-masyarakat yang unggul sebagai pionir negara yang tangguh. Rasanya sudah terlalu banyak kita bicara, mari berbuat dan merubah.

(Oleh Arief Shidiq Pahany, Ketua Umum UKM – LDK Humaniora Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) Makassar)

2 comments:

  1. Keren..!!!
    Salam Perjuangan dr bumi angin mamiri... :D

    ReplyDelete
  2. puja dan puji hanya milik Allah..
    salam perjuangan balik dari bumi rumah gadang (rumah runcing2) :D

    ReplyDelete