Do’a Ideologis

Do’a Ideologis

Bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan yang umat islam diperintahkan untuk berpuasa selama sebulan penuh. Bulan yang didalamnya Allah akan mengabulkan do’a kita.
Doa adalah senjata yang tidak pernah meleset, panah yang tidak pernah gagal mengenai sasaran, serta benteng kokoh tempat berlindung seorang muslim dan jemaah dakwah dari tindakan makar pembuat makar, kebengisan diktator, dan kesombongan orang-orang congkak. Kepada siapa Anda berdoa jika bukan kepada Allah SWT?




Kepada siapa Anda meminta jika bukan kepada zat yang memiliki semua hal? Kepada siapa Anda berlindung jika bukan kepada Allah SWT, pemilik langit, bumi dan yang ada diantara keduanya; yang jika berkata sesuatu “Jadilah” maka sesuatu itu akan menjadi ada. Dengan dzikir dan doa, seorang muslim secara umum dan para aktivis dakwah secara khusus berlindung kepada Allah SWT, Tuhan sekaligus “Tuan” mereka; sebagaimana budak yang ketakutan yang berlindung dirumah tuannya. Betapa para aktivis islam membutuhkan Allah SWT dalam kehidupan mereka maupun saat kebangkitan mereka setelah mati, dalam urusan dunia maupun urusan akhirat mereka; dalam urusan dakwah maupun amar ma’ruf nahi mungkar mereka; dalam gerak dakwah maupun jihad mereka, dalam kesulitan maupun dalam kemudahan mereka, dalam kegentingan maupun dalam kemakmuran mereka; dalam masa perang maupun masa damai mereka.

Hendaknya gerakan dakwah menyadari bahwa lilin kemengan hanya turun dari tempat lilin doa, sebagaimana dikatakan ibnu al Qayyim. Dalam perang badar, Rasulullah saw, pernah meminta pertolongan kepada Allah, lalu Abu bakar berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, sudah cukup doa mu kepada Tuhanmu. Sungguh, dia akan menunaikan apa yang telah Dia janjikan kepadamu”.(HR Muslim, at Tirmidzi dan Ahmad).

Panah doa pun meluncur mengenai orang-orang musyrik dan mengguncang tempat mereka.Allah SWT berfirman yang artinya: “Bukan kalian yang melempar merka, saat kalian melempar . tapi Allahlah yang melempar”.
Ketika hijrah, Rasulullah saw. Melepaskan dua panah doa kepada Surakah. Wal hasil kuda Surakah terperosok kedalam tanah setiap kali terkena panah doa Rasulullah saw. Surakah baru berhenti dari kesalahannya setelah berjanji kepada Rasulullah saw. dan Abu Bakar ra. bahwa ia akan membiarkan keduanya meneruskan perjalanan.(HR Al Bukhari, Muslim dan Ahmad).
Manakala seorang muslim membiasakan diri untuk berdoa dan dzikir kepada Allah SWT, Dia pasti bakal mengabulkan doanya. Pepatah mengatakan, “Siapa mengetuk pintu, pintu tersebut dibuka untuknya”. Umar Bin Kaththab ra, berkata, “Saya tidak terlalu peduli tentang pengabulan doa, Saya lebih focus pada doanya itu sendiri, sebab jika Saya diberi kesadaran untuk berdoa, doa Saya pasti dikabulkan”.

Yahya bin Muadz rahimullah pernah berkata, “Jika qalbu seseorang fokus saat berdoa, betul-betul merasa butuh dan harapannya kuat, maka doanya pasti dikabulkan.”
Rasulullah saw, bersabda: “Ada tiga orang yang doanya tidak akan ditolak, yaitu orang yang puasa hingga dia berbuka, imam yang adil, dan doa orang yang dizhalimi. Allah akan mengangkat doanya hingga ada diatas awan dan akan dibukakan baginya pintu-pintu langit, dan Allah pun berfirman,”Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu kapan saja.”
Bagaimana kita akan menggunakan kesempatan ini?, sudahkah Anda menyiapkan daftar doa Anda? Jangan lupa selain doa untuk diri Anda dan keluarga, masukkan juga teman-teman perjuangan Anda, guru-guru Anda supaya tetap menjadi dan menjadi orang-orang yang istiqomah.

Jangan lupakan orang-orang yang dalam usaha dan bimbingan Anda, teman-teman mahasiswa Anda supaya dibukakan pintu hatinya menerima ajakan dakwah Anda,menjadi pembela islam kapanpun dan dimanapun.
Doakan juga para penguasa muslim, presiden,raja,perdana menteri, panglima dan konco-konconya supaya kembali kejalan yang benar(menjadi darisin), mau menerapkan dan menjadi pelindung penerapan syariat islam secara menyeluruh, serta membaiat seorang kholifah atau dibaiat.
Sebagai doa yang ideologis tentu kita tidak melupakan saudara-saudara kita yang jauh berada,yang tidak terlihat dihadapan kita, di seluruh penjuru dunia, mudah-mudahan semua yang telah diusahakan oleh saudara-saudara kita mendapatkan ridho Allah, kemudian Allah menegakkan kembali Khilafah Islamiyah. Amin. (Oleh Giri, BKLDK Jayapura)

0 komentar:

Post a Comment

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

Hizbut Tahrir Indonesia