.

..

Wednesday, July 21, 2010

HT Palestina: Gelombang Khilafah Tidak Akan Mampu Dihentikan Oleh Kekuatan Apapun di Bumi

Sehubungan dengan ketegangan antara Otorita Palestina dengan Hizbut Tahrir di Palestina dalam menjalankan aktivitas politiknya yang terbaru, serta sikap dan tindakan Otoritas yang oleh Hizbut Tahrir dinilai sebagai tindakan sewenang-wenang dan represif. Untuk itu, Kantor Media Hizbut Tahrir di Palestina mengeluarkan pernyataan yang menantang Otoritas, dengan mengatakan: “Tindakan-tindakan represif tidak akan pernah mencegah kita dari melakukan aktivitas dakwah."

"Kami akan terus melalakukan semua kegiatan kami. Kami akan terus melangkah berpacu dengan waktu dalam rangka meninggikan Islam. Kami akan melakukannya secara terbuka. Kegiatan yang kami lakukan dalam mengenang runtuhnya Khilafah dan yang lainnya adalah hak kami. Bahkan merupakan kewajiban syar’iy atas kami, yaitu melakukan secara terbuka perintah Allah pemilik langit dan bumi.”


Hizbut Tahrir mengatakan dalam pers rilisnya, bahwa ia akan mengumumkan pada waktu yang tepat guna mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperkuat haknya dalam melakukan aktivitas politik, yang juga disebutnya sebagai kewajiban syar’iy.

Pernyataan Hizbut Tahrir menilai bahwa tindakan Otoritas yang melarang diadakannya Konferensi Ramallah dalam rangka mengenang 89 tahun runtuhnya Khilafah adalah sejalan dan respon atas apa yang disebutnya dengan perang global yang dipimpin oleh Amerika terhadap rancangan Khilafah dan kembalinya Islam ke arena percaturan internasional.

Padahal semua tahu bahwa selama ini Hizbut Tahrir jauh “dari perselisihan faksi dan konflik otoriter yang penuh dendam. Dan semua juga tahu bahwa Hizbut Tahrir adalah partai politik, yang sejak berdirinya tidak pernah melakukan aktivitas apapun selain aktivitas politik,” begitulah apa yang ada dalam pernyataan itu.

Dalam rincian pernyataan tentang larangan Otoritas terhadap kegiatan Hizbut Tahrir di Palestina, pernyataan tersebut menjelaskan bahwa Otoritas mulai tahun ini, dan sejak maraknya kegiatan yang diadakan oleh Hizbut Tahrir pada awal bulan ini, dalam rangka mengenang runtuhnya Khilafah, Otorita mulai melakukan pelarangan, penangkapan, penutupan, dan ancaman, menyusul setiap usaha jahatnya yang gagal. Dan konferensi ini adalah bagian terbesar dari tindakan sewenang-wenang dan represif dalam rangka mencegah kegiatan Hizbut Tahrir.”

Dalam pernyataan itu dikatakan bahwa penangkapan dan penggerebekan mewarnai para aktivis Hizbut Tahrir dan rumah-rumah mereka, mulai dari selatan hingga utara Tepi Barat untuk melarang mereka dari berpartisipasi dalam konferensi itu. Dimana jumlah mereka yang ditangkap, pada hari kemarin (17/7), sekitar seribu warga. Bahkan Otoritas juga memasang hambatan keamanan, berupa pagar kawat berduri di setiap pintu masuk dan keluar ke kota-kota, termasuk kota Ramallah, yang berubah menjadi seperti sebuah front perang, demikian menurut pernyataan Hizbut Tahrir.

Hizbut Tahrir mengatakan bahwa “Otoritas telah memasang pagar kawat berduri di semua pintu masuk ke kota Ramallah, menangkap ratusan warga, dan menebarkan secara luas iklim ketakutan dan intimidasi di kota. Bahkan Otoritas bekerjasama dengan pasukan Yahudi melarang ribuan warga untuk masuk ke kota Ramallah, menutup sekolah tempat diadakannya konferensi, dan melarang warga memasukinya, sebaliknya mereka digiring ke barak militer.”

Pernyataan itu menilai bahwa “Otoritas tidak memiliki pembenaran yang sah, menurut perundang-undangan, atau akal sehat, yang dapat dijadikan alasan melarang konferensi damai yang menyerukan untuk kemuliaan umat, dan mengembalikan kehormatannya,” demikian menurut pernyataan itu.
Hizbut Tahrir menegaskan dalam pernyataannya bahwa “Umat telah berada di ambang kemenangan, in sya Allah. Dan sesungguhnya gelombang Khilafah tidak akan mampu dihentikan oleh kekuatan apapun di bumi ini,” demikian menurut pernyataan itu. [ekhbaryat/htipress/syabab.com]

0 comments:

Post a Comment