.

..

Friday, May 7, 2010

MELURUSKAN KEBOHONGAN & FITNAH MURAHAN MAJALAH SABILI TERHADAP HIZBUT TAHRIR

sumber: Kurnia Agus via Facebook Majalah Sabili menurunkan artikel berjudul Menguak Hizb at-Tahrir yang ditulis oleh : Lutfi A Tamimi. Alih-alih menurunkan pemberitaan positif atas perjuangan Hizbut Tahrir yang dikenal aktif memperjuangkan tegaknya Syariat Allah SWT di muka bumi ini, Lutfi A Tamimi justru menebar fitnah keji atas Hizbut Tahrir. Tulisan tersebut jelas bukan tulisan yang objektif atas fakta terhadap Hizbut Tahrir. Tulisan tersebut juga bukan merupakan tulisan baru karena hanya penulisan ulang dari buku terbitan WAMY.

Kami ingatkan kepada pihak-pihak yang getol menyebarluaskan buku ini, bila kalian melakukan upaya-upaya pencitraan buruk terhadap gerakan Islam lain (termasuk di dalamnya Hizbut Tahrir) dengan cara-cara murahan seperti itu—bukan dengan mengkritik dan mengkritisi ide-idenya--, maka ingat, jika umat sudah mengetahui duduk persoalan sebenarnya, pasti mereka berbondong-bondong akan meninggalkan anda, dan akan melecehkan cara-cara anda itu.

Muslim sejati bukanlah orang bodoh yang mudah di provokasi oleh berita-berita sepihak. Kaum muslim juga tidak akan mudah percaya begitu saja kepada ucapan-ucapan orang yang menganggap dirinya tokoh, tapi lemah dalam argumentasi dan berdalil. Kami sangat yakin bahwa siapapun yang membaca, dan mengkaji buku ini dengan pembacaan yang jernih, intelektual, tidak tendensius, dan non emosional, akan bersikap bijak, dan tidak gegabah membuat kesimpulan atau malah ikut-ikutan menyebarkan berita fitnah yang sepihak itu! Seharusnya, siapapun yang mendapatkan buku itu, mau melakukan proses tabayyun agar mereka mengetahui kebenaran hakikinya, sehingga tidak mendzalimi pihak yang lain.

Kami juga ingatkan kepada siapapun, lebih baik anda mengkritisi pemikiran-pemikiran Hizbut Tahrir, ketengahkan dalil-dalil anda, dan insya Allah, Hizbut Tahrir sebagai organisasi politik—yang hanya menjadikan Islam sebagai satu-satunya mabda’nya, dan selalu berjuang di jalan Allah tanpa kenal menyerah – akan sangat terbuka dan senang hati menerima dan mengkajinya. Jika ada pendapat yang lebih kuat dan jernih, pasti Hizbut Tahrir akan mengadopsi pendapat itu, dan akan meninggalkan pendapatnya yang lemah. Hizbut Tahrir bukanlah organisasi yang dogmatis. Hizbut Tahrir juga bukan organisasi Politik yang pendapatnya sering mencla-mencle. Hizbut Tahrir bukanlah organisasi politik yang gemar mengutuk dan mendiskreditkankelompok-kelompok Islam lain.

Di salah satu forum yang diadakan di Jakarta, kami pernah membahas buku al-Thariq ila Jamaa’ah al-Muslimin, dan kami telah menjelaskan kesalahan metodologis buku itu. Bahkan kami juga telah mengingatkan agar buku itu tidak disebarluaskan. Sebab, buku itu telah menimbulkan fitnah dan penuh dengan kebohongan. Kami hanya ingin agar ikhwan-ikhwan kami tidak terjatuh kepada dosa dan terjatuh dari tindakan menghalalkan segala cara. Namun, ghafarallahu lana! Buku itu tetap saja masih disebarkan!.

Namun demikian, kami tidak akan memusuhi kelompok Islam lain. Sekiranya kritik HT kepada kelompok lain itu sangat keras, bukan berarti HT memusuhi kelompok itu. Akan tetapi, kritik itu dilakukan agar mereka kembali ke jalan yang benar. Oleh karena itu, Hizbut Tahrir bukanlah organisasi politik dogmatis yang hanya mau menerima berita sepihak. Sungguh, apa yang dinyatakan dalam buku WAMY itu sangat jauh dari kenyataan, dan merupakan FITNAH yang membahayakan bagi pembuat dan penyebar bukunya, dan orang-orang yang termakan provokasinya. Buku itu sama sekali tidak membahayakan Hizbut Tahrir. Bagi Hizbut Tahrir, buku WAMY tidak lebih sekedar ujian dan cobaan yang menimpa HT. Hizbut Tahrir akan selalu bersabar atas celaan dan penghinaan. Hizbut Tahrir hanya mengharapkan keridloan Allah swt. Hizbut Tahrir –sebagai sebuah organisasi politik-tidak akan menyibukkan dirinya untuk menanggapi fitnah-fitnah murahan dan picik itu. Betapa Hizbut Tahrir –semoga Allah memberkahi anda dan kaum muslim-telah distigma dengan berbagai tulisan, semisal, tulisan yang dikeluarkan oleh WAMY, buku al-Thariq ila Jama’at al-Muslimin, dll. Namun, apa pernah Hizb sebagai sebuah organisasi, mengeluarkan bantahan atas fitnah-fitnah dan stigma-stigma itu? Hizb akan menjelaskan bagi mereka yang ingin tabayyun! Sebab, Hizbut Tahrir tidak ingin disibukkan dengan persoalan-persoalan yang sebenarnya malah akan menyelewengkan kaum muslimin dari perjuangannya menegakkan hukum-hukum Allah.

Wahai kum muslimin! Umat sudah terlalu lama menderita akibat diterapkannya aturan-aturan kufur. Lalu, mengapa kita masih saja disibukkan dengan persoalan-persoalan semacam ini? Mengapa kita tidak segera bersatu menegakkan aturan-aturan Allah dengan jalan menegakkan Khilafah Islamiyyah ‘Ala Minhaj al-Nubuwwah?.

Demikianlah, buku itu tidak membahayakan Hizbut Tahrir, akan tetapi justru akan membahayakan orang yang menulis dan pihak yang mau terprovokasi dengan tulisan-tulisan yang termuat dalam buku itu! Sungguh “Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan”. Siapapun yang melakukan hal itu, kelak wajahnya akan dibakar oleh apai neraka!.

Walaupun mungkin anda penasaran dengan isi majalah Sabili tersebut, kami sarankan anda untuk tidak membeli majalah ini. Simpan uang anda dan infakkan di jalan Allah. Tidak perlu anda menyumbang untuk Majalah Sabili. Hasil pemindaian/scan di bawah ini semoga bisa menjadi alternatif bagi anda untuk mengetahui isi Majalah Sabili yang bermasalah tersebut.











Update :
Ismail YusantoAhad kemarin (2/5) saya ketemu Jubir HTI. Saya minta komentarnya ttg artikel HT di majalah Sabili terbaru. “Licik itu. Wong saya cuma ditanya tiga pertanyaan, kok jadinya bisa kayak wawancara panjang spt itu. Saya juga tak pernah bilang buku WAMY bagus dll. Itu cuma karangan Sabili.” (Ust. Shiddiq al Jawi)


KOMENTAR DI FB TERSEBUT:
1. Zainal Arif
Zainal Arif
kasihan betul yang nulis dan majalah sabily, ternyata sabili suka ngegosip kayak infotainment aja...
2. Suci Sri Yundari
Siapa Luthfi A. Tamimi (pentolan majalah sabili itu) ?

Berikut yang diungkapkan seseorang yang menurutnya telah melakukan tabayyun:

Luthfi A. Tamimi sekarang menjabat sebagai direktur dari majalah sabili/ sabili.co.id/ radio sabili. Dia adalah seorang keturunan arab. Dia dikenal sebagai informan FBI, kok bisa jadi direktur sabili? Saya juga tidak... Lihat Selengkapnya... tahu. Beliau pernah bekerja sebagai security officer kedubes AS di saudi selama 19 tahun. Pernah ikut pasukan AS ke Irak dibawah pimpinan Jendral Norman Schwarkof sebagai Informan.

Kepada karyawan sabili, beliau tak malu menunjukkan dukungan AS dalam menyerang Irak. Menurut Adi wicaksono, karyawan sabili yang telah keluar, dia pernah diberi buku kecil yang berisi pernyataan dukungan Luthfi pada Amerika. Salah seorang yang giat dibidang inteligen bahkan pernah dilamar FBI, bersumpah Demi Allah bahwa ia sering melihat Luthfi menjual informasi ke kantor FBI di jakarta.

Dihadapan atasan, Luthfi A. Tamimi selalu mengiyakan apapun yang dikatakannya. Sementara dibelakangnya, beliau selalu menjelek-jelekkan dihadapan karyawan sabili. Tindakannya pun jauh dari seorang aktivis muslim (tak bisa disebutkan disini tentang aib-aibnya). (www.apakabar.ws/forums/viewtopic.php?f=1&t=18915&start=0)

jadi bisa disimpulkan bahwa Luthfi A. Tamimi adalah seorang informan FBI. Mungkin sekarang sabili aman dari pikirannya, karena beliau belum menduduki direktur utama. Namun suatu saat, ketika dia menjadi direktur utama, saya yakin sabili akan menjadi majalah yang benar-benar sekuler, jauh dari yang dulu.
3. Suci Sri Yundari
direkturnya lutfi at tamimi berikut ini

"Al-Qaidah itu lahir dari adanya rasa sakit hati, saya tahu benar yang dialami Usamah bin Ladin atau Az-Zawahiri, apa yang dilakukan negara terhadap mereka, saya 18 tahun di sana," ujar Luthfi A. Tamimi (Direktur Sabili) menilai Al-Qaidah.
(Nauzubillah Min Zalik)
... Lihat Selengkapnya
INILAH.COM, Jakarta - DPP Perhimpunan Al-Irsyad melaporkan Direktur Bina Media Majalah Sabili, Lutfi, ke polisi dengan dugaan pencemaran nama baik terhadap organisasi massa keislaman itu.

"Kami telah melaporkan Lutfi ke kepolisian. Apa yang telah dilakukan Luthfi, kami merasa nama Perhimpunan Al-Irsyad telah mengalami pencemaran," kata Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad Yusuf Baisa dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (7/10).

Sebelumnya, Lutfi telah beberapa kali mengeluarkan pernyataan di media cetak dan elektronik bahwa Perhimpunan Al-Irsyad sebagai pencetak radikalisme dan mendukung dana terorisme.

Yusuf mengaku, laporan itu sudah dilakukan dan dalam waktu dekat akan ada tindakan pemanggilan dari kepolisian.

Lutfi Attamimi, dinilai melontarkan tiga tuduhan yakni menyebut Al-Irsyad adalah organisasi teroris, pabrik pencetak orang-orang radikalis dan ketiga adalah penyandang dana teroris atau penyalur dana teroris.

Semua tuduhan itu, lanjut Yusuf Baisa, tidak bisa dibenarkan karena Perhimpunan Al-Irsyad itu bergerak dalam tiga hal: pendidikan, dakwah dan sosial.

"Kami sama sekali tidak punya kaitan dengan ancaman-ancaman, apalagi menggunakan bom. Bahkan dengan bom ini muslimin ditakut-takuti, terancam keamanan mereka oleh bom," bantahnya.

4.Jejak Ibnu Shina
pak ustadz,dimana toch fitnahnya?kata ustadz"Sekiranya kritik HT kepada kelompok lain itu sangat keras, bukan berarti HT memusuhi kelompok itu. Akan tetapi, kritik itu dilakukan agar mereka kembali ke jalan yang benar".Gimana klo kelompok lain mengembalikan kata2 antum?sudahkah antum klarifikasi kepada penulis tersebut?gmn klo antum buka debat ... Lihat Selengkapnyailmiah saja dengan kelompok yg berpemahaman semisal dg si penulis tersebut.Sekiranya setiap kelompok bisa mengakui bahwa tdk ada kelompok yang sempurna seperti Rosululloh bersama shabat dizaman itu,niscaya tidak akn saling hujah,perang argument ataupun dalil insya Alloh kejayaan islam akan semakin cepat.Tidak bisakah setiap kelompok saling tolerant,berdampingan dan berfastabikhul khoirot?.afwan ane orang awam dan tidak masuk kedalam kelompok manapun kecuali sedang berusaha menetapi islam secara kafah seperti islamnya Rosululloh namun ane merasa prihatin dengan bermunculanya kelompok/firqoh yg merasa paling benar sehingga memperlihatkan kelemahan kita terhadap musuh2 Alloh,,,apakah mungkin sebaiknya musuh2 Alloh itu segera memerangi kita secara fisik agar tidak sempat lagi umat ini disibukan dengan urusan kelompoknya dan slaing hujah dengan kelompok lain melainkan bersama bersatu mengangkat senjata/pedang melawan mereka?

5.Farid Ma'ruf
@Jejak Ibnu Sina--> kritik jelas berbeda dgn fitnah. kritik brarti mengkritisi ide pihak lain (yg faktanya mmg spt itu). tp klo fitnah, mengatakan bahwa pihak lain itu begini2, padahal tidak.
6.Hadid Sang Pengkelana
Skenario thoghut : Pro Demokrasi VS Anti Demokrasi... Dan Taghut pun Tertawa.............

Arah skenario...
1. memecah grassrott dan pemimpin (pro demokrasi) guna menghindari konflik pro demokrasi vs antidemokrasi. :kedipkedip:...
2. Mengedepankan hujjah dan argumentasi intelektual serta fakta-fakta yg terjadi.... Lihat Selengkapnya
3. Menggiring opini pro demokrasi ke arah demarginalisasi kekuasaan. (apa lagi itu), sehingga grassrot secara alami akan menolak demarginalisasi tersebut..

7. Kurnia Agus S
Majalah itu tidak membahayakan Hizbut Tahrir, akan tetapi justru akan membahayakan orang yang menulis dan pihak yang mau terprovokasi dengan tulisan-tulisan yang termuat dalam buku itu! Sungguh “Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan”. Siapapun
yang melakukan hal itu, kelak wajahnya akan dibakar oleh apai neraka!.

Berikut ini kami berikan beberapa arsip tulisan yang semoga bisa mencerahkan kita dan terjauh dari fitnah murahan ala Majalah Sabili.:



http://faridm.com/konsultasi/2007/01/apakah-hizbut-tahrir-gerakan-sesat/
http://faridm.com/konsultasi/2009/12/menonton-film-di-bioskop-dan-menonton-film-panas-porno/
http://faridm.com/konsultasi/2007/01/hukum-syara%e2%80%99-atas-mushafahah/

http://faridm.com/konsultasi/2007/01/hadits-ummu-%e2%80%98athiyyah/
http://faridm.com/konsultasi/2007/01/jilbab-dan-khimar-busanah-muslimah-dalam-kehidupan-sehari-hari/
http://faridm.com/konsultasi/2009/11/lamanya-perjuangan-bukan-tanda-kesalahan-amal/
http://faridm.com/konsultasi/2008/08/soal-jawab-thalab-an-nushrah/
http://faridm.com/konsultasi/2008/04/tanya-jawab-seputar-hizbut-tahrir-part-1-2/
http://faridm.com/konsultasi/2007/10/langkah-menegakkan-kembali-khilafah/



1 comments:

  1. Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kelompok ini perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu

    ReplyDelete