.

..

Saturday, April 3, 2010

Motivation Training "Be The Best Not Be Asa" HTI Chapter Unand Padang

www.dakwahkampus.com.Acara Motivation Training Mahasiswa yang diselenggarakan oleh HTI Chapter Kampus Unand merupakan hal yang paling penting dan berharga bagi para peserta. Bagaimana tidak, acara yang dibatasi pesertanya hanya 300 orang (150 rijal dan 150 nisa’) ternyata melebihi kapasitas yang telah ditargetkan oleh panitia. Yakni, peserta yang terdaftar dan hadir dalam acara mencapai lebih kurang 400 orang. Tapi...
untungnya auditorium yang digunakan dalam acara tersebut mampu untuk menampung lebih dari 500 orang, sehingga acara tersebut nampak sangat meriah.

Acara yang diselenggarakan hari sabtu 27 Maret 2010 jam 08.30 – 12.30 WIB di auditorium Kampus Unand, sangat menarik perhatian para mahasiswa dari berbagai kampus. Dengan undangan lewat pamflet, stand, facebook dan media online, ternyata sangat berpengaruh untuk menyampaikan informasi kepada para mahasiswa. Acara tersebut telah dihadiri mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Padang, seperti UNAND, FK UNAND, IAIN IMAM BONJOL, UNP, ATIP, ITP, UBH, AKBP, dsb.

Para peserta sangat semangat dan antusias dalam mengikuti acara training tersebut. Motivation Training yang memang dikemas sedemikian rupa oleh Ust. Karebet membuat para peserta menemukan hal baru dalam hidupnya. Apalagi pada saat acara baru dimulai, Ust. Karebet sudah membuat pertanyaan yang memang hal biasa, namun ternyata luar biasa. Yakni, pertanyaan: “Apa kabar hari ini?”. Para peserta pun bermacam-macam dalam menjawab, seperti: “Alhamdulillah, sehat, baik”. Namun, ternyata menurut Ust. Karebet jawaban tersebut merupakan jawaban yang biasa-biasa saja, yang tidak memiliki nilai motivasi bagi orang tersebut. Setelah itu, Ust. Karebet menyampaikan dan memperagakan ekspresi dalam menjawab pertanyaan tersebut. Yakni, jawaban yang bernilai motivasi adalah “Alhamdulillah, luar biasa, Allahu Akbar!” sambil memperagakan gerakan-gerakan tangannya. Akhirnya, para peserta pun mengikuti secara serentak. Kemudian, untuk memberikan suasana yang nyaman dan tidak membosankan, Ust. Karebet juga memberikan pertanyaan yang unik, seperti yang biasa dilakukan di Pendidikan Taman Kanak-Kanak, yakni pertanyaan: “Ngapain kita hari ini?”, jawabannya adalah: “Bergembira”, sambil tersenyum.

Acara semakin meriah dan fokus pada inti materi saat-saat terakhir. Di mana para peserta mendiskusikan jawaban mengenai pertanyaan: “Bagaimana kondisi umat saat ini? Apa akar masalahnya? Apa Solusinya?”. Para peserta yang telah dibagi menjadi berberapa kelompok, mendiskusikannya dengan penuh semangat, fokus, dan serius. Setelah diberikan kesempatan diskusi beberapa menit, akhirnya masing-masing jurubicara kelompok yang telah ditentukan mempresentasikan hasil jawabannya dengan waktu yang super singkat, yakni 30 detik sampai akhirnya tersisa 4 detik. Dengan waktu yang sesingkat itu, tidak menyurutkan semangat presentasi para jubir kelompok. Dari hasil jawaban perwakilan kelompok, ternyata jawabannya mirip-mirip. Yakni, “Bahwasannya kondisi umat ini sedang kacau balau, terjajah, sedih, terpecah belah. Akar masalahnya karena umat Islam tidak memahami Islam, tidak bersatu, tidak menerapkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kemudian solusinya kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, terapkan Islam secara kaffah, tegakkan Syariah dan Khilafah.” Berdasarkan jawaban tersebut, sebenarnya para peserta sudah memahami realitas kehidupan umat saat ini (khususnya umat Islam). Tinggal, bagaimana mereka mau bergerak bersama melakukan perjuangan melanjutkan kembali kehidupan Islam. Telah ditegaskan kembali oleh Ust. Karebet, bahwasannya benar, kondisi umat Islam saat ini sedang sakit, akar masalahnya karena kita meninggalkan dan tidak menerapkan Islam, dan solusinya kita harus kembali kepada Islam (secara Kaffah).

Kemudian sebagai follow up acara tersebut, sebelum motivation training ditutup panitia acara membagikan angket responsi dan evaluasi kepada para peserta sekaligus undangan acara Basic Islamic Leadership Training (BILT) minggu depan. Sekilas mengamati hasil responsi dan evaluasi tersebut, ternyata banyak responsi positif dari peserta training kepada perjuangan Hizbut Tahrir Indonesia yang memang selama ini selalu konsisten menyuarakan Syariah dan Khilafah dengan metoda Fikriyah (Pemikiran), Siyasiyah (Politik), dan La Madiyah (Tanpa Kekerasan). Sebagai mahasiswa yang memiliki jati diri Islam, ternyata mereka bersedia untuk mendukung dan bergabung bersama HTI Chapter kampus untuk sama-sama melakukan da’wah Syariah dan Khilafah. Subhanallah.!!!

Wallahu a’lam bish-shawwab…!!!

1 comments:

  1. wow.... it's amazing program.. i hope program like that can present next time... not one in padang and take all province in indonesia... allahu akbar...

    ReplyDelete