.

..

Tuesday, August 18, 2009

HT Pakistan: Gagalkan Konspirasi AS Membangun Pangkalan Militer di Islamabad

Hizbut Tahrir No : PR09042, Tanggal : 13 Sya’ban 1430 H/04 Agustus 2009 M ¦ Keterangan Pers: Wahai Kaum Muslim! Gagalkan Konspirasi Berbahaya Ini
Amerika Membangun Pangkalan Militer Baru di Tengah Islamabad setelah Pangkalan Tarbela, dengan Persetujuan Penguasa Pengkhianat Pakistan!

Media-media massa belakangan ini telah melansir berita bahwa Amerika membangun benteng menyerupai pangkalan militer dengan dalih perluasan kantor kedutaan besar Amerika di Islamabad. Untuk tujuan ini, kedubes AS telah membeli tanah seluas 7,28 hektar dengan harga US $ 12 juta saja! Padahal sebelumnya,

Otoritas Pertumbuhan Modal telah menjual tanah kepada perusahaan property Turki dengan harga US $ 72 juta! Di tanah yang berdampingan dengan tanah yang dijual kepada kedubes AS itu, perusahaan property Turki tersebut telah membangun 153 rumah. Artinya harga jual kepada perusahaan property Turki itu enam kali lipat dari harga yang dibayar oleh kedubes AS, padahal luas tanah itu hanya 2,43 ha, kurang dari sepertiga dari luas tanah yang dibeli kedubes AS. Seakan tanah yang dibeli kedubes AS itu diberikan kepadanya, bukan dibeli!

Seperti berita yang dilansir oleh berbagai media massa, dalam beberapa hari ke depan, akan datang seribu orang pegawai kedubes AS, di antaranya 350 orang marinir. Pegawai kedubes AS saat ini mencapai 750 orang pegawai. Jumah itu adalah jumlah paling besar yang bisa ditampung oleh kedubes-kedubes di seluruh dunia. Padahal sesuai dengan kesepakatan, jumlah pegawai kedubes yang diperbolehkan tidak boleh lebih dari 350 orang. Kepala staf militer AS di Pakistan menegaskan jumlah pegawai tambahan itu disebabkan terjadinya peningkatan bantuan Amerika ke Pakistan!

Sungguh kami tidak membongkar suatu rahasia jika kami katakan bahwa kedubes-kedubes AS di seluruh dunia berfungsi sebagai markas intelijen dan ruang bagi menejemen aksi-aksi militer dan intelijen. Para diplomat di kedubes-kedubes AS itu melakukan penyusupan terhadap urusan dalam negeri negara-negara tuan rumah sebagai tambahan dari tugas resmi mereka. Berita menyedihkan ini tidaklah mengejutkan yang datang tiba-tiba. Khususnya penguasa Pakistan telah melakukan tugasnya dengan penuh ketulusan mengabdi demi kepentingan tuan-tuan mereka Amerika, melebihi yang dilakukan penguasa diktator sebelumnya. Faktanya pembentukan Ordinansi Rekonsiliasi Nasional (National Reconciliation Ordinance – NRO) atas nama demokrasi dibentuk tidak lain untuk memberi kerangka bagi perampok dan penjahat itu sehingga bisa dengan mudah dan aman mendukung Amerika dan mengimplementasikan agenda-agendanya

Pangkalan itu akan menjadi semacam landasan bagi pesawat tanpa awak untuk melancarkan serangan-serangan brutal di dalam Pakistan. Atau menjadi pangkalan militer untuk melancarkan serangan militer terhadap penduduk Pakistan dengan berbagai dalih dan istilah.

Sesungguhnya mereka para penguasa itu telah melampaui pendahulunya dalam melakukan pengkhianatan. Izin yang mereka berikan kepada musuh kaum Muslim yang paling keras untuk membangun pangkalan militer di tengah-tengah Islamabad, benar-benar telah melampaui pengkhianatan mereka sebelumnya. Para penguasa demokratis dengan perilaku itu telah memberikan bukti bahwa demokrasi tidak bisa menyelesaikan satu pun masalah Pakistan, bahkan justru menjadi sebab Pakistan sakit parah. Faktanya, baik pemerintahan di Pakistan itu demokratis atau pun diktator, sesungguhnya kaum kafir imperialis lah yang membuat aturan dan penentu politik sebenarnya di Pakistan. Pribadi-pribadi penguasa itu tidak lain hanyalah pribadi yang sengaja di dudukkan di kursi pemerintahan dan masyarakat harus menerima penyakit mereka! Begitulah, kaum kafir imperialis telah menjustifikasi undang-undang dan politiknya dengan jalan demokrasi melalui apa yang mereka sebut sebagai wakil-wakil rakyat, sesuatu yang menjadi barang mewah di bawah kediktatoran.

Wahai kaum muslim
Sama saja baik penguasa di Pakistan disebut diktator seperti Musharraf, atau pun demokratis seperti Zardari; keduanya sama saja, tidak ada bedanya satu dengan yang lain. Tujuan tunggal mereka adalah menjaga pemerintahan mereka agar bisa merampas dan merampok masyarakat. Mereka siap secara penuh untuk berjalan sejauh-jauhnya guna menjaga kekuasaan, meski hal itu harus dilakukan dengan jalan menjual anak-anak muda kaum muslim atau tanah-tanah negeri Pakistan!

Wahai kaum muslim sesungguhnya tanggungjawab Anda semua adalah mencampakkan penghambaan dari leher Anda dan melemparkannya ke wajah-wajah mereka. Tanggung jawab Anda semua adalah melengserkan mereka dari kursi kekuasaan dan mengubur mereka di lembaran-lembaran sejarah hitam. Sesungguhnya tanggungjawab Anda semua yang telah difardhukan atas Anda semua adalah keluar ke jalan dan meneriakkan di hadapan para penguasa khianat itu dan mengumumkan bahwa masyarakat di Pakistan tidak akan pernah mengijinkan pembangunan pangkalan militer Amerika di Pakistan.

Wahai Ahlul Quwwah apa yang salah dengan Anda? Sampai kapan Anda akan terus diam sementara Anda melihat negeri yang kuat, Pakistan, menyerah kepada Amerika tanpa letusan satu peluru pun? Bergegaslah untuk memberikan nushrah kepada Hizbut Tahrir untuk menegakkan Daulah Khilafah sebelum penguasa menghancurkan Pakistan secara penuh.

Naveed Butt
Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir di Pakistan

1 comments: