.

..

Monday, July 6, 2009

Hizbut Tahrir Berusaha Mengubah Pakistan (aljazeera.net, 5/07/2009)

Koran Sunday Times mengatakan bahwa kelompok yang digambarkan sebagai kelompok militan Islam Inggris bertekad untuk menumbangkan negara Pakistan. Koran Inggris tersebut dalam edisinya hari ini (5/7) menambahkan bahwa para pengikut Hizbut Tahrir menyerukan untuk dilakukannya kup militer damai (tidak menumpahkan darah) di Islamabad dan kemudian menggantinya dengan mendirikan Daulah Khilafah.


Anggota organisasi yang menyebut dirinya dengan Hizbut Tahrir di Inggris, tetapi ia dilarang di Pakistan, akhir pekan lalu telah mengungkapkan tentang niat mereka untuk menjadikan Pakistan sebagai titik awal yang darinya akan dimulai pembentukan Pemerintahan Islam di seluruh dunia, seperti yang dikatakan oleh koran tersebut.

Sunday Times mengatakan bahwa ia mendapat puluhan nama orang Inggris yang menjadi aktivis Hizbut Tahrir, di antaranya ada yang tinggal di Lahore dan Karachi, atau berpindah-pindah antara Inggris dan Pakistan. Dan ia percaya bahwa masih ada banyak lagi yang lainnya.

Koran tersebut mengaaitkan dengan seorang yang bernama Thayyib Muqayyim—dikatakan bahwa ia seorang dosen bahasa Inggris di di kota Stoke-on-Trent Inggris—yang mengatakan bahwa ia pindah ke Lahore untuk meyakinkan orang-orang Pakistan agar mau bergabung dengan partainya.
Di Lahore, di sebuah Perguruan Tinggi, Muqayyim membentuk kelompok-kelompok halqah di antara para mahasiswa untuk mengkaji pemikiran dan metode Hizbut Tahrir. Dosen bahasa Inggris itu berkata bahwa tujuan kelompoknya adalah menundukkan negara-negara Islam dan Barat terhadap hukum-hukum Islam.
Juru bicara Hizbut Tahrir di Karachi, Shehzad Syaikh menjelaskan tentang keterlibatannya dalam usaha meyakinkan militer untuk melakukan revolusi damai guna menggulingkan pemerintah yang sekarang, yang menurutnya lebih buruk dibandingkan dengan Taliban.

Dan dalam hal ini, ia mengatakan bahwa militerlah sebenarnya yang saat ini berkuasa (di Pakistan), sehingga kami memintanya untuk memberikan loyalitasnya kepada Hizbut Tahrir.

Dan selanjutnya, “Saya tidak dapat menjelaskan secara rinci kepada Anda bagaimana kami berusaha untuk mempengaruhi militer…. Kami tidak mengungkapkan cara-cara kami yang telah kami upayakan untuk menciptakan perubahan …. Anda bisa saja menyebutnya dengan sebuah revolusi—namun tidak seperti yang dibayangkan banyak orang .”  (aljazeera.net, 5/07/2009)

0 comments:

Post a Comment