.

..

Tuesday, April 15, 2008

FUNDAMENTALISMEKONOMI

Ekonomi berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu Eko (mengatur) dan Nomos (rumah tangga) sehingga ekonomi berarti kegiatan mengatur urusan harta kekayaan, baik yang berkaitan dengan (1) memperbanyak jumlah, dan (2) menjaga pengadaannya, maupun (3) tatacara pendistribusiannya kepada masyarakat.

Ilmu ekonomi dan sistem ekonomi merupakan hal yang berbeda, ilmu ekonomi merupakan mekanisme memperbanyak jumlah dan menjaga pengadaanya (faktor produksi) dan ilmu ekonomi tidak identik dengan ideologi tertentu, sedangkan sistem ekonomi merupakan metode/tatacara distribusi kekayaan di tengah masyarakat yaitu berupa pemikiran dan konsep ekonomi, kemudian sistem ekonomi dipastikan berpondasi ideologi tertentu (Kapitalis, Sosialis, Khilafah), dan selanjutnya secara praktis diformalisasikan oleh penguasa suatu negara berdasarkan ideologi yang diembannya.

Masalah ekonomi

Manusia pada dasarnya membutuhkan sesuatu sebagai alat pemuasnya (human need) yaitu berupa barang dan jasa dan selanjutnya barang dan jasa tersebut mempunyai nilai guna (utility) kemudian pada prakteknya alat pemuas yang terbatas (scarcity) tersebut akan menimbulkan kecukupan ataukah mengalami kekurangan (miskin atau tidak)? Nah.. dari sinilah Masalah Ekonomi tersebut mucul.

Perspektif Islam: dalam perspektif islam kebutuhan manusia (human need) yang tidak mencukupi mengakibatkan kemiskinan, dan selanjutnya pengertian miskin dalam islam adalah kemiskinan individu warga negara. Problem solving yang ditawarkan dalam islam adalah distribusi barang dan jasa kepada masyarakat per individu mereka.

Perspektif Kapitalisme dan Sosialisme: dalam perspektif Kapitalisme dan Sosialisme kebutuhan manusia (human need) yang tidak mencukupi sama-sama memunculkan masalah ekonomi yang berdampak pada kemiskinan layaknya sistem islam. Namun yang membedakannya adalah devenisi miskin itu sendiri. Mereka (kapitalisme-sosialisme) mengartikan miskin sebagai Kemiskinan negara secara komunal hal ini dicerminkan melalui pendapatan rata-rata masyarakat (GDP dan GNP) yang dikeluarkan setiap tahun. Sedangkan dalam islam (khilafah) kategori miskin adalah kemiskinan perindividu masyarakat secara plural

Asas Ekonomi

Asas dan kaidah sistem ekonomi Kapitalis terdiri dari: Kepemilikan (ownership); “Kapitalisme merupakan sebuah sistem organisasi ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat (individu) atas alat-alat produksi dan distribusi (tanah, pabrik-pabrik, jalan-jalan, kereta api dan sebagainya) dan pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi-kondisi yang sangat kompetitif” (Milton H. Spencer dalam bukunya Contemporary Economics, 1977) dalam artian sistem ini mengharamkan segala sesuatu dimiliki oleh negara dan harus diprivatisasi, dan kalaupun kemudian terhalang oleh perundang-undang dan maka mereka (kapitalis/sosialis-red) melegalkan segala cara seperti memaksakan (memesan) undang-undang kepada legislatif untuk menjadikan privatisasi memiliki legalitas (seperti UU SDA, UU Kelistrikan, UU Penanaman Modal).

Asas dan kaidah sistem ekonomi sosialis tergambar dari pernyataan John Stuart Mill (1806-1876), yang menyebutkan sebutan sosialisme menunjukkan kegiatan untuk menolong orang yang tidak beruntuk dan tertindas dengan sedikit tergantung dari bantuan pemerintah. Kemudian Broton: 1981 “dalam bentuk yang paling lengkap sosialisme melihatkan pemilikan semua alat-alat produksuu termasuk didalamnya tanah-tanah pertanian oleh negara, dan menghilangkan milik swasta.

Asas dan kaidah sistem ekonomi islam: (1) Asas dan kaidah sistem ekonomi islam memandang bahwa kepemilikan (ownership) tidak dibebaskan hak sepenuhnya kepada individu atau kelompok layaknya dalam kapitalisme ataupun dibatasi negara layaknya Sosialisme. Namun kepemilikan dalam islam didasarkan atas sebab kepemilikan (kaifiyh tammalluk) kemudian kepemilikan ini dibagi lagi atas tiga macam yaitu Kepemilikan Individu (private Ownership); Kepemilikan Umum (Public Ownership); Kepemilikan Negera (state’s Ownership). (2) Distribusi : asas dan kaidah sistem ekonomi islam yang lain adalah distribusi (distribution), yang berarti bahwa kebutuhan masyarakat dalam islam dijamin per individu warga negara yang plural. Islam mensyarakatkan hukum yang menjamin distribusi kekayaan dimasyarakat secara adil. Antara lain:

1. Mewajibkan zakat
2. Pemberian hak kepada seluruh anggota masyarakat untuk memanfaatkan pemilikan umum (barang tambang, Jalan, Kereta Api, Air, Listrik, pelabuhan) baik langsung seperti jalan atau tidak langsung seperti subsidi rumah sakit, pendidikan sehingga masyarakat tidak memikirkan/mengurangi biaya kesehatan/pendidikan mereka.
3. Pemberian negara secara cuma-cuma pada masyarakat yang memerlukan yang diambil dari harta negara
4. Pembagian harta warisan kepada ahli waris.

Kemudian sistem ekonomi islam yang dijalankan khilafah tersebut mengharamkan adanya : penimbunan emas atau mata uang, penimbuinan barang, serta bakhil dan kikir.

(3) Disposisi (tasharruf) ; asas dan kaidah sistem ekonomi islam berikutnya adalah disposisi yang berarti mekanisme, pengelolaan, dan pemanfaatan hak milik tersebut. yang mewajibkan setiap individu berusaha dan mengembangkan hal miliki mereka untuk mencukupkan kebutuhan hidup keluarga mereka secara halal. Dan kalaupun kemudian individu tidak mampu mencukupi dirinya atau keluarganya maka islam menwajibkan keluarga memberi nafkah dan infaq untuk membantu mereka. Dan bila tidak terdapat keluarga yang mampu meringankan kehidupan individu/keluarga tersebut maka disinilah fungsi distribusi diatas.

Kebijakan Ekonomi Islam

Kebutuhan manusia (Human Needs) didalam islam dibagi atas dua yaitu Kebutuhan per individu dan yang kedua kebutuhan kelompok. (1) Kebutuhan individu meliputi; Kebutuhan Pokok (primary needs), kebutuhan ini wajib dipenuhi oleh negara (dalam hal ini negara islam/Khilafah) pada saat individu tersebut benar-benar membutuhkannya; Kebutuhan sekunder (secondaary Needs); Kebutuhan Mewah (luxury Needs), kebutuhan semacam ini Khilafah tidak wajib memenuhinya namun sekedar dibantu dengan kemudahan atau fasilitas misalnya; (2) kebutuhan Kelompok meliputi, pendidikan (Needs for Education), Kesehatan (needs for Health), Keamanan (needs for Savety). Kesemuanya wajib dipenuhi oleh Khilafah. Melalui hasil pendapatan dari nasionalisasi Freeport, Blok Cepu, Caltex/Chevron, Blok Natuna dan lainnya. Sehingga Pajak yang merupakan sumber terakhir pendanaan pembangunan negara (khilafah) dapat ditunda/dihapus hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Kesimpulan

Sesungguhnya suatu negara akan maju jika menerapkan ideologinya secara fundamental, dan selanjutnya negara ideologis sejati selalu mendikte negara lain berdasarkan ideologi fundamentalnya. Persoalan selanjutnya adalah dengan ideologi apa dan didikte dengan ideologi apa? Kapitalisme dengan pendikteannya terhadap turki bahkan indonesia, Sosialisme/komunis dengan diskriminasi minoritasnya, atau Khilafah dengan Umar bin Abdul Aziz-nya?[]

Debi Sikumbang
aktivis GP sumbar

0 comments:

Post a Comment